• (0725)44365 / (0725)49669
  • bprmetromadani@gmail.com
  • Jl. AH. Nasution No. 74 Yosorejo, Metro Timur, Kota Metro, Lampung
icon

Need Help? call us free

(0725)44365 / (0725)49669

No Telp / Fax

April 2020, Kota Bandar Lampung Deflasi 0,16 Persen

Blog Details

KBRN, Bandar Lampung : BPS Provinsi Lampung mencatat, April 2020, Kota Bandar Lampung mengalami deflasi sebesar 0,16 persen.

April 2020, Kota Bandar Lampung mengalami deflasi sebesar 0,16 persen karena adanya penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,25 pada Maret 2020 menjadi 105,08 pada April 2020. Kepala Bidang Statistik Distribusi, BPS Provinsi Lampung, Riduan kepada RRI, Jumat (08/05/2020) menjelaskan, dari sebelas kelompok pengeluaran di Kota Bandar Lampung, dua kelompok mengalami inflasi (peningkatan indeks), yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“April 2020, Bandar Lampung deflasi 0,16 persen, Kota Metro 0,23 persen, jadi Provinsi Lampung deflasi 0,17 persen” jelas Riduan.

Sebaliknya, empat kelompok pengeluaran mengalami deflasi (penurunan indeks), yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau; kelompok kesehatan; kelompok transportasi; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Sementara, kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan kenaikan maupun penurunan indeks.

Menurut Riduan, komoditi yang dominan memberikan andil dalam pembentukan deflasi bulan April 2020 diantaranya : cabai merah 0,21 persen; angkutan udara 0,12 persen; biaya pulsa ponsel 0,09 persen; daging ayam ras  0,06 persen; cabai rawit 0,05 persen; beras 0,05 persen; ikan kembung/ gembung 0,04 persen; bawang putih 0,03 persen; telur ayam ras 0,02 persen; dan biskuit 0,01 persen.

“Kalau penyebab itu karena ada penurunan cabai merah, angkutan udara, biaya pulsa ponsel, ayam ras juga turun, cabai rawit, beras, bawang putih, juga telur ayam ras”, ungkap Riduan.

Lebih lanjut Riduan menjelaskan, bulan April 2020, inflasi Kota Bandar Lampung menempati peringkat ke 58 dari 90 kota yang diamati perkembangan harganya. Dari 90 kota, 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau sebesar 0,88 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Depok, Balikpapan, dan Cirebon masing-masing sebesar 0,02 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 0,92 persen, dan deflasi terendah terjadi di Bogor dan Semarang masing-masing sebesar 0,02 persen.

https://rri.co.id/bandar-lampung/ekonomi/834003/april-2020-kota-bandar-lampung-deflasi-0-16-persen?utm_source=terbaru_widget&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign 

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar