• (0725)44365 / (0725)49669
  • bprmetromadani@gmail.com
  • Jl. AH. Nasution No. 74 Yosorejo, Metro Timur, Kota Metro, Lampung
icon

Need Help? call us free

(0725)44365 / (0725)49669

No Telp / Fax

IHSG Labil Maksimal, Merosot 1,27% & Asing Cabut Rp 573 M

Blog Details

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sangat labil pada perdagangan Senin ini (20/4/2020). Beberapa kali bolak-balik di zona hijau, tetapi di akhir perdagangan malah melemah tajam. IHSG mengawali perdagangan di zona hijau, tetapi tidak lama langsung masuk ke zona merah. Naik turun antara penguatan dan pelemahan terus terjadi selama 1 jam setelah perdagangan dibuka. Hingga akhirnya mampu stabil di zona hijau dan mengakhiri sesi I di level 4.654,851 atau menguat 0,43%. Berdasarkan data Refinitiv, level terlemah intraday IHSG di 4.592,087 atau melemah 0,92% sementara tertinggi di 4.669,542 atau menguat 0,75% di sesi I. Berdasarkan data RTI, nilai transaksi sepanjang sesi I sebesar Rp 2,77 triliun, dengan investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 59,27 miliar di pasar reguler dan non-reguler. Memasuki perdagangan sesi II, IHSG masih bertahan di zona hijau, tetapi tidak lama langsung masuk kembali ke zona merah. Pelemahan IHSG semakin terakselerasi hingga menyentuh level terlemah intraday baru di 4.571,774 (-1,34%). Posisi tersebut sedikit membaik di akhir perdagangan IHSG berada di level 4.575,905, melemah 1,27%. Nilai transaksi sepanjang perdagangan hari ini sebesar Rp 5,42 triliun, dengan investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp 572,96 miliar.

Pergerakan labil IHSG dipicu serangkaian rilis data dari Jepang serta kabar bagus dari China yang membuat bursa saham Asia bergerak bervariasi.

Indeks Nikkei Jepang berakhir melemah 1,15%, dan sudah sejak awal perdagangan, sementara Shanghai Composite China menguat 0,5%. Indeks Hang Seng Hong Kong dan Kospi Korea Selatan sama labilnya dengan IHSG, siang tadi keduanya berada di zona hijau, kini sama-sama melemah 0,21% dan 0,84%. Data ekspor-impor Jepang yang dirilis pagi tadi menunjukkan suramnya perekonomian global yang membuat sentimen pelaku pasar memburuk. Kementerian Keuangan Jepang hari ini melaporkan ekspor di bulan Maret anjlok 11,7% di bulan Maret dari periode yang sama tahun lalu secara year-on-year (YoY), jauh lebih besar dari bulan sebelumnya yang turun 1% YoY.

Penurunan ekspor di bulan naret tersebut lebih besar dari hasil survei Reuters terhadap para ekonom yang memprediksi penurunan sebesar 10,1%, dan menjadi yang terdalam sejak Juli 2016. Sementara itu, impor dilaporkan turun 5% YoY, lebih baik dari hasil survei Reuters sebesar 9,8% YoY, dan bulan Februari sebesar 13,9%. 

Penurunan impor yang lebih baik dari sebelumnya tersebut menunjukkan mulai pulihnya perekonomian China di bulan Maret. China merupakan mitra dagang terbesar Jepang, dan aktivitas ekonominya perlahan mulai pulih di bulan Maret setelah mampu meredam pandemi COVID-19. Berbeda dengan China, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, baru menetapkan keadaan darurat nasional virus corona pada Selasa (7/4/2020) lalu, dan akan berlangsung selama 1 bulan. Saat itu, Abe mengumumkan kondisi darurat di Tokyo dan 6 prefektur lainnya, tetapi pada pekan lalu ditetapkan lagi menjadi seluruh Jepang.

Sebelum Jepang, AS juga sudah menerapkan kebijakan social distancing di beberapa negara bagian yang menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi yang tajam. Sayangnya, AS juga merupakan mitra dagang utama Jepang, dan ekspor di bulan Maret ke Negeri Paman Sam merosot 16,5% YoY. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak April 2011.

Tidak hanya AS, Eropa juga menerapkan kebijakan karantina wilayah (lockdown) yang membuat ekspor Jepang ke Benua Biru merosot 11,1%. Jepang merupakan negara yang mengandalkan ekspor, dari total produk domestic bruto (PDB) ekspor berkontribusi sekitar 17%. Anjloknya ekspor tentunya bisa menyeret turun PDB, dan kondisi ini diprediksi masih akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan. "Dampak virus corona masih akan terlihat di bulan April dan bulan-bulan berikutnya, sehingga aktivitas ekonomi belum akan normal kembali. Hal tersebut akan membuat volume perdagangan berkontraksi secara global" kata Takeshi Minami, kepala ekonom di Norinchukin Research Institute, sebagaimana dilansir Reuters.

Kabar bagus datang dari Negeri Tiongkok setelah bank sentralnya (People Bank of China/PBoC) kembali memangkas suku bunga (loan prime rate/LPR) tenor 1 tahun menjadi 3,85% dari sebelumnya 4,05%, dan LPR tenor 5 tahun juga dipangkas menjadi 4,65% dari sebelumnya 4,75%.

Ini merupakan kali kedua PBoC memangkas LPR di tahun ini, tujuannya tentu saja untuk menambah likuditas dan memacu perekonomain yang merosot akibat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19). Pemangkasan suku bunga PBoC terbukti mengangkat sentimen pelaku pasar hari ini, yang membuat IHSG beberapa kali menguat pada hari ini. Sentimen pelaku pasar sebenarnya masih cukup bagus merespon perkembangan pandemi Covid-19 terutama di negara-negara Barat serta Gilead Science Inc., raksasa farmasi AS, dilaporkan memiliki obat yang efektif melawan Covid-19.

CNBC International mengutip media STAT pada Jumat (17/4/2020) dini hari waktu Indonesia melaporkan rumah sakit di Chicago merawat pasien Covid-19 yang parah dengan obat antivirus remdesivir yang dalam uji coba klinis dan diawasi ketat. Hasilnya, pasien tersebut menunjukkan pemulihan yang cepat dari demam dan gangguan pernapasan.

Meski demikian masih perlu uji klinis lanjutan dari obat ini dengan sample yang lebih banyak dan metode yang lebih saintifik untuk benar-benar menguji efektivitas obat yang berpotensi jadi antivirus corona ini.

Sementara itu awal pekan lalu, CNBC International melaporkan Italia dan Spanyol, mulai mencabut beberapa larangan pembatasan aktivitas warganya setelah jumlah kasus baru serta korban meninggal akibat COVID-19 terus menurun.

Tidak hanya itu, negara dengan nilai perekonomian terbesar di Benua Biru, Jerman, juga mempertimbangkan langkah-langkah secara bertahap menuju aktivitas normal.

AS, yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19, juga mengalami pelambatan penyebaran. Raksasa dirgantara AS, Boeing bahkan sudah mengumumkan akan memulai kembali produksinya pada 20 April mendatang. Sebanyak 27.000 karyawan atau sekitar 17% dari total karyawan Boeing akan kembali bekerja di pabrik Seattle. Boeing akan menerapkan langkah-langkah social distancing baru guna menghindari penyebaran COCovidVID-19 saat pabrik kembali beroperasi. Presiden AS Donald Trump juga mulai berpikir untuk melonggarkan aturan pembatasan sosial (social distancing) dan karantina wilayah (lockdown) yang diberlakukan di banyak negara bagian. Pelonggaran itu akan dilakukan secara bertahap.

Meski demikian, beberapa negara bagian menolak rencana Presiden Trump tersebut. Misalnya di New York, episentrum corona di AS. Pertumbuhan jumlah pasien dan korban jiwa akibat virus corona memang turun, tetapi Gubernur Andrew Cuomo masih belum yakin untuk melakukan pelonggaran social distancing.

"Ini baru turun minum (half time). Kami harus terus memastikan bahwa monster sudah berhasil dikalahkan," kata Cuomo, seperti dikutip dari Reuters. Cuomo masih meminta warganya untuk mempraktikkan social distancing.

Di Indonesia sendiri penyebaran Covid-19 sedang dalam tren naik. Hingga Minggu kemarin, jumlah kasus positif dilaporkan sebanyak 6.575 orang, dengan 582 orang meninggal dunia, dan 686 dinyatakan sembuh. Beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, dan Bekasi sudah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna meredam penyebaran Covid-19. Perkembangan kasus Covid-19 baik di luar dan di dalam negeri masih menjadi penggerak utama IHSG bahkan pasar keuangan global.

TIM RISET CNBC INDONESIA

https://www.cnbcindonesia.com/market/20200420154042-17-153157/ihsg-labil-maksimal-merosot-127-asing-cabut-rp-573-m/2 

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar